Berlangganan Artikel !

News Letter

Untuk Berhenti Berlangganan klik disini »

Arsip Artikel

March 2018 (1)

February 2018 (2)

October 2017 (1)

August 2017 (1)

August 2016 (5)

June 2016 (3)

April 2016 (3)

March 2016 (1)

February 2016 (1)

December 2015 (4)

September 2015 (2)

August 2015 (4)

July 2015 (5)

June 2015 (1)

May 2015 (1)

April 2015 (1)

February 2015 (1)

September 2014 (1)

May 2014 (1)

April 2014 (1)

March 2014 (2)

February 2014 (1)

January 2014 (2)

December 2013 (3)

November 2013 (3)

October 2013 (4)

September 2013 (6)

August 2013 (6)

July 2013 (2)

June 2013 (6)

May 2013 (7)

Arsip Saat Teduh

Banner Situs

Statistik Pengunjung


hari ini : 62
Total : 71105

Hits hari ini : 762
Total Hits : 239341

Online: 1

Resep Made Juara Olimpiade Internasional dan Lulus dengan IPK 4,00

Yogyakarta - Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna.

Made menjadi satu-satunya mahasiswa yang lulus cumlaude. IPK-nya 4,00, tertinggi di antaranya 1.598 lulusan sarjana dan ahli madya di UGM.

Bangku S1 diselesaikan selama 3 tahun 4 bulan, lebih cepat dibanding dengan rata-rata lulusan sarjana yakni 4 tahun 6 bulan. Made diwisuda, Selasa (21/5) kemarin.

"Tidak ada resep khusus kecuali datang kuliah tepat waktu. Materi yang diterangkan dosen bisa dimengerti. Di kelas saya hanya cukup paham dengan materi yang disampaikan dosen. Saat ujian tinggal membaca saja materinya sekilas," kata Made kepada wartawan di kampus UGM, Rabu (22/5/2013).

Sepulang kuliah, ia tidak menghabiskan waktu untuk belajar. Ia hanya mengerjakan materi olimpiade internasional selama 1 jam. Materi olimpiade yang dipelajarinya merupakan materi kuliah tingkat lanjut yang belum didapatkan di bangku kuliah.

"Jadinya saat kuliah di semester 5, 6 atau 7, saya tidak merasa kesusahan," katanya.

Kecintaan Made pada Matematika dimulai sejak SD. Ia tidak mengelak, jika ayahnya, I Wayan Berata, yang guru matematika membantu dan mengenalkannya dengan ilmu berhitung.

Made pertama kali ikut olimpiade matematika saat SMP. Ia belum mendapat juara, tapi ia mewakili Bali dalam Olimpiade Sains Nasional waktu itu. Setelah melanjutkan ke sekolah di SMAN 3 Denpasar, Made 2 tahun berturut-turut masuk final OSN tingkat nasional.

"Yang kedua akhirnya bisa mendapat medali emas," katanya.

Made masuk masuk jurusan Matematika, MIPA UGM tanpa tes tahun 2009 lewat Program Penerimaan Bibit Unggul Berprestasi (PBUB). Selama kuliah, ia terus mengasah kemampuannya.

Anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan I Wayan Berata dan Ni Ketut Kanten ini mengaku sempat mendapat nilai B untuk salah satu mata kuliah. Namun, untungnya, itu mata kuliah pilihan, sehingga bisa dihapus setelah konsultasi dengan dosen wali.

Setelah meraih gelar sarjana, Made berencana akan melanjutkan pendidikan pascasarjana dan doktoral. Dia mengaku telah mendapatkan beasiswa dari Dikti Kemendikbud untuk mewujudkan keinginan itu. "Saya akan melanjutkan studi S2 di UGM," katanya.

Made meraih medali perak dalam Olimpiade Matematika Internasional di Bulgaria tahun 2010. Tahun 2011, ia meraih medali perunggu dan 2012 meraih medali perak di kompetisi yang sama.


Lihat Juga


0 Komentar di: Resep Made Juara Olimpiade Internasional dan Lulus dengan IPK 4,00

Isi Komentar :

(Masukkan 6 kode diatas)